Abu Ya`qub adalah seorang tokoh sufi yang sangat besar pengaruhnya di kota Khurasan. Dalam dunia kewalian, beliau menduduki maqam gauts, atau peringkat tertinggi pada jamannya.
Beliau dikenal sebagai seorang wali yang penuh dengan keajaiban. Di antaranya adalah ramalannya tentang Syeh Abdul Qadir Jaelani dan kedua orang temannya, yang ternyata tidak meleset.
Dikisahkan, pada suatu hari Syeh Abdul Qadir Jaelani bersama dua orang temannya, Abu Sa`id Abdullah dan Ibnu Saqa`, berkunjung ke tempat Syeh Abu Ya`qub. Sebelum tiba di rumah beliau, Ibnu Saqa` berkata, "Aku akan mengajukan suatu pertanyaan yang tidak diketahui jawabannya." Sedangkan Abu Sa`id berkata, "Aku akan mengajukan pertanyaan yang akan kulihat bagaimanakah jawabannya." Berbeda dengan kedua temannya, Syeh Abdul Qadir Jaelani berkata bahwa beliau tidak akan mengajukan pertanyaan apa pun.
Sewaktu ketiganya telah tiba di tempat tujuan, ternyata Syeh Abu Ya`qub tidak berada di rumahnya. Namun beberapa saat kemudian, tiba-tiba saja syeh itu muncul di hadapan Syeh Abdul Qadir Jaelani dan kedua orang temannya.
Syeh Abu Ya`qub memandangi Ibnu Saqa` sambil marah-marah. "Hai Ibnu Saqa` pakah engkau akan menanyakan sesuatu yang tidak akan kuketahui jawabannya? Sungguh celaka engkau! Aku melihat di mulutmu tersembul tanda kekafiran?" Setelah berkata seperti itu, beliau menyebutkan pertanyaan yang akan diajukan Abu Saqa` dan sekaligus menjawabnya.
Berikutnya adalah Abu Sa`id Abdullah yang giliran dimarahi beliau. "Hai Abdullah, apakah engkau akan menanyakan persoalan untuk kamu lihat jawabannya? Ketahuilah, kelak kamu akan diuji dengan banyaknya kekayaan yang datang kepadamu, disebabkan kektidaksopananmu terhadapku.!" Lalu beliau menyebutkan pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan Abu Sa`id sekaligus menjawabnya.
Selanjutnya, Syeh Abu Ya`qub menoleh kepada Syeh Abdul Qair Jaelani, yang waktu masih berusia muda, lalu meminta agar Syeh AbdulQadir Jaelani duduk di dekatnya. Setelah itu beliau berkata, "Hai Abdul Qadir, ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya sangat senang dengan kesopananmu. Aku seolah-olah melihatmu kelak di kota Baghdad akan duduk memberikan pelajaran agama di hadapan santri-santri yang berdatangan dari segala penjuru. Aku juga seolah-olah melihat bahwa semua wali yang ada di masamu semuanya tunduk melihat keagunganmu." Setelah berkata seperti itu, tiba-tiba Syeh Abu Ya`qub menghilang entah kemana.
Apa yang dikatakan syeh itu benar-benar terbukti. Ibnu Saqa` mati dalam keadaan tidak mau menghadap kiblat. Abu Sa`id diuji dengan banyaknya harta yang datang kepadanya. Sementara Syeh Abdul Qadir Jaelani memiliki kekeramatan dan semua wali pada masanya mengakui ketinggian derajat belaiu.
Cerita lain tentang keajaiban Syeh Abu Ya`qub adalah ketika suatu ketika ada dua orang yang memfitnahnya. Beliau lalu berkata kepada mereka, "Diamlah kalian dan matilah!" Dengan izin Allah kedua orang itu meninggal seketika.
Selain mampu mematikan orang, beliau juga mampu menghidupkan orang. Ceritanya, salah seorang murid syeh itu meninggal dunia dan kaum kerabatnya merasa sedih sekali. Melihat hal itu, Syeh Abu Ya`qub merasa iba. Karena itu beliau kemudian berkata kepada si mayat, "Wahai mayat, bangkitlah engkau dengan izin Allah!" Seketika itu juga, sang murid yang sudah tidak bernyawa hidup kembali! Semua orang yang melihat itu menjadi sangat terperanjat ...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar