Kisah berikut saya kutip dari Koran Memo rubrik Misteri dan dikisahkan oleh Sirath Muhammad asal Tuban.
Tidak semua orang yang berkecimpung dalam dunia intelektual, terbebas dari masalah gaib. Contohnya saya. Meski saya kuliah di sebuah universitas terkemuka di Surabaya, tapi saya masih juga bersinggungan dengan alam tidak kasat mata. Bahkan saya pernah dipinang oleh jin penghuni kampus.
Mungkin semua itu berawal dari pergaulan saya yang mungkin salah. Di surabaya, saya bergaul dengan orang-orang yang selama ini sudah berkecimpung dengan berbagai olah batin, mulai dari Tulungagung, Lamongan, Pasuruan, Gresik dan dari daerah saya sendiri, Tuban. Bisa dimaklumi jika percakapan dan keseharian saya tidak bisa dilepaskan dari nuansa mistis.
Saya pikir itu adalah sebuah nuansa lain dari pergulatan saya dengan aktivitas kuliah. Sebab bagaimana pun perkuliahan memang mengedepankan nalar, akal dan otak. Adapun dalam pergaulan saya, saya lebih bisa mendalami olah rasa. Kebetulan, saya juga bergaul dengan mahasiswa yang berkecimpung dengan seni dan sastra, yang ternyata juga cukup dekat dengan masalah gaib.
Suatu ketika, saya hampir tak percaya dengan pengalaman yang saya alami sendiri. Saat itu, SC (Student Centre), tempat saya mangkal, sedang sepi. Hari hampir magrib. Mendadak saya seperti diserang rasa kantuk yang luar biasa. Meski begitu saya mencoba menahan diri, dengan alasan bahwa tidur saat senja adalah tidak baik.
Entah bagaimana awalnya, dalam beberapa detik dan kondisi setengah sadar, saya melihat ada seorang perempuan menghampiri saya. Anehnya, sebelum kedatangannya, saya mendengar suara beberapa ekor kuda. Perempuan itu mengenakan pakaian kebesaran seorang putri. Di rambutnya yang panjang terpasang sebuah mahkota. Ternyata ia tidak datang sendiri. Di belakangnya berbaris banyak pasukan.
Saya tidak bisa berbuat apa-apa ketika putri itu mengenakan sebuah mahkot ke kepala saya. Lalu tanpa berkata apa pun, putri itu langsung pergi. Kepergiannya pun menyisakan gema suara tapak kuda. Sepertinya, ia memang naik kuda dan diiringan pasukan berkuda. Sayangnya, kala itu saya tidak bisa melihatnya dengan jelas. Begitu rombongan itu hilang, saya baru sadar dengan diri saya sendiri.
Sungguh, saya tidak habis pikir dengan kejadian itu. Saya tidak bisa mencerna apa yang telah menimpa saya. Hingga seorang kawan dari Tulungagung datang dan membuat saya tak bisa berkata apa-apa. Ia termasuk orang yang memiliki kewaskitaan.
"Tadi ada seorang perempuan datang ke sini, ya?" ia bertanya dengan tersenyum simpul.
Saya tidak langsung menjawab. Saya lalu bercerita tentang pengalaman saya. Selanjutnya ia banyak berkata-kata. Dari perkataannya, ssaya tahu bahwa saya disenangi bangsa jin. Tepatnya, saya telah dipinang oleh ratu jin penguasa kampus! Tapi, saya masih kurang begitu percaya dengan hal itu.
Hingga keesokan harinya, saya bertemu dengan beberapa rekan dekat saya. Ketika melihat saya datang, mereka nampak sangat heran. Katanya, saya beberbeda dari sebelumnya. Dalam pandangan mereka, yang tentunya pandangan gaib, saya tidak lagi sendiri, tapi ada seorang wanita yang membayangi. Tentunya, seorang wanita itu juga bersifat gaib.
Dari sini, saya dipaksa untuk percaya. Sebab pada perkembangannya, ternyata wanita itu sering datang menemui saya. Ia tidak hanya datang lewat mimpi saja, bahkan ketika saya terjaga dan sendiri, saya bisa merasakan kehadirannya. Biasanya, didahului dengan tiupan angin dingin dan dilanjutkan dengan sebuah aroma bunga melati yang menyengat.
Untunglah, pada akhir tahun 2002, saya bisa terlepas dari `ikatan` makhluk jin itu. Kata seorang teman, jika saya tidak bisa melepaskannya, maka saya sulit mendapat kan jodoh. Bahkan katanya, mencari pacar pun kesulitan. Maka begitulah, setelah saya `bebas`, saya pun memiliki pacar idaman.Dan tentu saja, dia bukan dari makhluk golongan jin! (Gambar hanya sebagai ilustrasi dan bukan yang sebenarnya)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar